Zimbabwe Memperkuat pembelajaran digital di sekolah-sekolah yang kurang terlayani

Zimbabwe

Dengan dukungan dari GPE dan UNICEF, Zimbabwe melengkapi sekolah-sekolah yang kurang mampu dengan perangkat TIK untuk membuka potensi penuh pembelajaran digital.

Pada awal tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Zimbabwe mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan berkualitas bagi semua anak .

Dengan dukungan dari GPE dan UNICEF, kementerian tersebut memperoleh 815 laptop, 708 proyektor, dan 2.112 tablet, yang akan didistribusikan ke 113 sekolah di tujuh distrik di provinsi Manicaland dan Matabeleland Selatan.

Program ini menargetkan sekolah-sekolah di daerah pedesaan dan daerah terpencil, di mana akses ke sumber daya digital terbatas, membantu memastikan bahwa peserta didik di komunitas yang kurang terlayani tidak tertinggal.

Mempersiapkan sekolah untuk pembelajaran digital

Sekolah-sekolah terpilih telah memperoleh manfaat dari program pemasangan panel surya yang didanai oleh Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris (FCDO), serta pemasangan server offline yang menampung Learning Passport Zimbabwe , sebuah platform pembelajaran digital gratis. Investasi ini memastikan pasokan listrik yang andal dan akses ke konten digital berkualitas, bahkan di lingkungan dengan konektivitas rendah atau tanpa konektivitas sama sekali.

Perangkat TIK yang baru disediakan ini melengkapi infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan pembelajaran digital secara efektif dan memaksimalkan penggunaan Learning Passport di sekolah-sekolah.

Dengan memanfaatkan investasi sebelumnya di sekolah-sekolah sasaran, program ini mengambil pendekatan strategis berbasis sistem terhadap pendidikan digital, memastikan bahwa para pelajar di komunitas yang kurang beruntung tidak tertinggal dalam transformasi digital Zimbabwe.

Memastikan penggunaan perangkat pembelajaran digital yang efektif.

Untuk mendukung keberlanjutan dan penggunaan yang efektif di kelas, para guru menerima pelatihan terstruktur yang berfokus pada integrasi pedagogis alat-alat digital.

Dua buku panduan pengguna telah dikembangkan: satu untuk memandu pengelolaan perangkat, penggunaan instruksional, dan pemeliharaan dasar, dan yang lainnya untuk memberdayakan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran campuran.

Taungana Ndoro, Direktur Komunikasi dan Advokasi di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menyambut baik inisiatif ini: “Kontribusi strategis dari UNICEF dan GPE ini secara langsung memajukan visi nasional kita untuk sistem pendidikan yang modern, inklusif, dan adil. Ini bukan sekadar alokasi perangkat, tetapi investasi penting dalam memberdayakan peserta didik dan pendidik di komunitas yang kurang terlayani.”

Ia menambahkan bahwa pengiriman perangkat tersebut merupakan fase penting dalam upaya pemerintah yang disengaja untuk menjembatani kesenjangan digital antara anak-anak perkotaan dan pedesaan serta memastikan bahwa anak-anak di setiap provinsi dilengkapi dengan keterampilan dan sumber daya untuk berkembang di abad ke- 21 . “Kami berkomitmen untuk mengintegrasikan teknologi ini secara berkelanjutan dan efektif ke dalam kurikulum kami, dengan memanfaatkan fondasi tenaga surya dan platform digital untuk membina generasi warga Zimbabwe yang siap menghadapi masa depan.”

Dari akses menuju pembelajaran yang bermakna

Kegiatan pembelajaran digital ini sebagian didanai oleh GPE—termasuk hibah transformasi sistem sebesar US$19,8 juta dan hibah Multiplier sebesar US$8,66 juta—dengan dukungan implementasi dari UNICEF untuk periode 2023-2026.

Dengan tersedianya paket pembelajaran digital lengkap—daya listrik, konten, perangkat, dan guru terlatih—ruang kelas dapat melangkah lebih jauh dari akses dasar.

Guru dapat memproyeksikan pelajaran interaktif, siswa dapat berlatih sesuai kecepatan mereka sendiri menggunakan tablet, dan sekolah dapat melanjutkan pengajaran bahkan ketika konektivitas terbatas.

Upaya yang dipimpin pemerintah ini, dengan dukungan dari mitra seperti GPE dan UNICEF, memperkuat keberlanjutan pembelajaran di komunitas yang paling kurang terlayani di Zimbabwe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *